Peranan Pemilihan Metode Mengajar dalam Meningkatkan Efektivitas Belajar Mengajar

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkn potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengabdian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, bangsa dan negara. (UU Sistem Pendidikan Nasional No.20 Thn 2003).
Dalam konteks pendidikan formal, kegiatan belajar mengajar merupakan kegiatan yang pokok. Kegiatan belajar mengajar merupakan proses interaksi antara guru dan siswa untuk mencapai tujuan pengajaran.
Untuk mencapai tujuan tersebut, guru merupakan faktor dominan dan paling bertanggung jawab atas terselenggaranya proses belajar mengajar yang efektif. Oleh karena itu, guru dalam mengajarkan suatu bahan pelajaran memerlukan pengorganisasian dan semua komponen-komponen behan mengajar. Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain mengemukakan komponen-komponen belajar mengajar sebagai berikut:
1. Tujuan
2. Bahan pelajaran
3. Kegiatan belajar mengajar
4. Metode
5. Alat
6. Sumber pelajaran
7. Evaluasi.
Salah satu komponen yang penting dalam pelajaran adalah metode mengajar, yang merupakan suatu cara untuk mencapai tujuan pengajaran, yang merupakan suatu cara untuk mencapai tujuan pengajaran. Seperti yang dikemukakan oleh Abu ahmadi dan Tri prasetya (2005 : 52) bahwa:
“Metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar dipergunakan oleh seoraug guru atau instruktur”
Pemilihan terhadap metode yang akan digunakan merupakan hal yang sangat penting dalam usaha meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar. Disamping itu pemilihan dan penggunaan metode mengajar dapat mengefektifkan kerja guru.
Dalam menggunakan atau memilih suatu metode tersebut, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Hak ini menunjukkan bahwa tidak ada suatu metode pun yang efektif untuk setiap bahan yang akan disajikan.
Pemahaman dan penguasaan terhadap metode-metode belajar mengajar adalah sangat penting dan merupakan salah satu tuntutan bagi kompetensi seorang guru.
Atas uaraian diatas penulis akan menguraikan masalah “Peranan Pemilihan Metode Mengajar dalam Meningkatkau Efektifitas Belajar Mengajar”.

1.2. Identifikasi dan Pembatasan Masalah
Berdasarkan latar belakarig diatas maka identifikasi masalahnya sebagai berikut:
1. Bagaimana mengukur efektifitas belajar mengajar.
2. Bagaimana teknik pemilihan metode mengajar yang efektif.
Berdasarkan dengan hal tersebut di atas, agar tidak terjadi kesimpangsiuran dan untuk mempertegas bahasan, maka penulis membatasi pemasalahan pada faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan metode mengajar.

1.3. Perumusan Masalah
Berdasarkan identifi.kasi dan pembatasan masalah di atas, maka penulis merumuskan masalahnya sebagai berikut:
1. Apa sajajenis-jenis metode mengajar yang bisa dikembangkan oleh
guru?
2. Apakah faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan
metode mengajar?
3. Bagaimana mengukur efektifitas belajar mengajar?
4. Bagaimana tekhnik pemilihan metode mengajar?
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Belajar
Pengertian belajar menurut Oemar Hamalik yaitu “Belajar adalah Modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman (learning is defined as the modficationor strengthening of behavior through experiencing). Belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan saja mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan melainkan pengubahan kelakuan”.

2.2. Arti dan Macam Metode Mengajar
Metode mengajar terdiri dan dua kata yaitu metode dan mengajar yang masing-masing mempunyai arti tersendiri. Menurut E. Kusmana (1985 : 7) memberikan pengertian metode sebagai berikut:
“Metode adalah seperangkat teknik yang mendukung sesuatu pola yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan”.
Sedangkan yang dimaksud dengan mengajar ialah:
“Mengajar itu sebagai segala upaya yang ditempuh pengajar (guru) untuk membina, membantu, memotivasi, mendorong dan memberi berbagai kemudahan kepada subjek ajar (siswa) untuk mencapai tujuan belajarnya dengan efektif dan efisien”.
Dan pengertian tersebut dapat disimpulkan, bahwa yang dimaksud dengan metode mengajar adalah suatu teknik atnu cara yang harus ditempuh oleh guru dalam menyampaikan pelajaran kepada siswa sehingga dapat mencapai tujuan yang ditetapkan.
Adapun macam-macam metode mengajar Menurut Syaiful bahri Djamarah dan Aswan Zain yang pada umumnya dipakai dalam proses belajar mengajar:
1. Metode Proyek
2. Metode Eksperimen
3. Metode Tugas dan Resitasi
4. Metode Diskusi
5. Metode Sosiodrama
6. Metode Demonstrasi
7. Metode Problem Solving
8. Metode Karyawisata
9. Metode Tanya Jawab
10. Metode Latihan
11. Metode Ceramah

2.3. Pengertian Belajar Mengajar
Definisi belajar yang dikemukakan oleh Oemar hamalik (2001 : 27) dalam bukunya “Proses Belajar Mengajar” adalah sebagai berikut:
“Belajar merupakn suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari, yakni mengalami”
Dari pengertian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses perubahan prilaku atau pribadi seseorang berdasarkan praktek atau pengalaman tertentu.
Sedangkan defmisi dan mengajar menurut Oemar hamalik disadur oleh (Nasution 1935:5) adalah sebagai berikut:
“Mengajar adalah aktivitas guru dalam mengorganisasikan lingkungan dan mendekatkannya kepada anak didik sehingga terjadi proses belajar”
(Oemar hamalik 2001:39)
Dan pengertian tersebut di atas, mengajar tidak hanya aktivitas guru untuk mengorganisasikan lingkungan dan mendekatkannya kepada anak didik melainkan mengajar dapat memberi rangsangan, bimbingan serta motivasi kepada siswa agar terjadi proses belajar mengajar.
Kegiatan belajar mengajar merupakan suatu kesatuan antara unsur-unsur yang saling berkaitan dan saling melengkapi antara unsur yang satu dengan yang lainnya. Menurut Moh.Uzer Usman (1995:4) adalah sebagai berikut:
“Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu”.

Dan definisi tersebut akan terjadi prilaku belajar pada pihak siswa dan prilaku mengajar pada pihak guru, kedua pihak barperan aktif dalam kerangka kerja dengan mengunakan cara dan kerangka berfikir.
Secara sistematis proses belajar mengajar merupakan kesatuan antara unsur-unsur yang saling berinteraksi. Unsur-unsur tersebut menurut Syaiful Bahri Djamarah (2002:123) adalah:

1. Tujuan.
2. Guru.
3. Anak didik.
4. Kegiatan pengajaran.
5. Bahan dan Alat evaluasi.
6. Suasana Evaluasi.

BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Jenis-jenis Metode Mengajar
3.1.1. Metode Problem Solving
Metode Problem Solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebab dalam problem solving dapat mengunakan metode-metode lainnya yang dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.

Beberapa kelebihan metode problem solving antara lain:
a. Metode ini dapat membuat pendidikan di sekolah menjadi lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dengan dunia kerja.
b. Proses belajar mengajar melalui pemecahan masalah dapat membiasakan para siswa menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil, apabila menghadapi permasalahan di dalam kehidupan dalam keluarga, masyarakat, dan berkerja kelak, suatu kemampuan yang sangat bermaknabagio kehidupan manusia.
c. Metode ini merangsang pergembangan kemampuan berfikir siswa secara kreatif dan menyeluruh, karena dalatri proses belajarnya, siswa banyak melakukan mental dengan menyoroti permasalahan dan berbagai segi dalam rangka mencari pemccahannya.
Sedangkan kekurangan metode problem solving antara iain:
a. Menentukan suatu masalah yang tingkat kesulitannya sesuai dengan tingkat berpikir siswa, tingkat sekolah dan kelasnya serta pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki siswa, sangat memerlukan kemampuan d2n ketrampilan guru.
b. Proses belajar mengajar dengan menggunakan metode mi sering memerlukan waktu yang cukup banyak dan sening terpaksa mengambil waktu pelajaran lain.
c. Mengubah kebiasaan siswa belajar dengan mendengarkan dan menerma informasi dan guru menjadi belajar dengan banyak berfikir memecahkan
permasalahan sendiri atau kelompok yang kadang-kadang memerlukan berbagai sumber belajar, merupakan kesulitan tersendiri bagi siswa.
3.1.2. Metode tanya jawab
Metode tanya jawab adalah cara penyajian pelajar&i dalam bentuk pertanyaan yang hams di jawab, terutama dan guru kepada siswa, tetapi dapat pula dan siswa kepada guru.
Beberapa kelebihan metode tanyajawab
a. Pertanyaan dapat menarik dan meniusatkan perhatian siswa, sekalipun ketika itu siswa sedang ribut, yang mengantuk kembali tegar dan hilang kantuknya.
b. Merangsang siswa untuk melatih dan mengembangkan daya pikir, termasuk daya ingat.
c. Mengembangkan keberanian dan keterampilan dalam menjawab dan mengemukakan pendapat.

Sedangkan kekurangan tanyajawab antara lain:
a. Siswa merasa takut, apalagi bila guru kurang dapat mendorong siswa untuk berani, Dengan menciptakan suasaiia yang tidak tegang, melainkan akrab.
b. Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berfikir dan mudah dipahami siswa.
c. Waktu sering banyak terbuang, terutama apa bila siswa tidak dapat menjawab pertanyaan sampai dua atau tiga orang.
3.1.3. Metode latihan,
Metode latihan yang disebut juga metode training merupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu.
Beberapa kelebihan metode latihan
a. untuk memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis, melafalkan huruf kata-kata atau kalimat, membuat alat-alat, menggunakan alat-alat (mesin permainan dan atletik), dan terampil menggunakan peralatan olah raga.
b. Untuk memperoleh kecakapan mental seperti dalam perkalian, menjumlah, pengurangan, pembagian, tanda-tanda (simbol), dan sebagainya.
c. Untuk memperoleh kecakapan dalam bentuk asosiasi yang di buat, seperti hubungan huruf-huruf dalam ejaan, penggunaan simbol, membaca peta dan sebagainya.

Sedangkan kelemahan metode latihan
a. Menghambat bakat dan inisiatif siswa, karena siswa lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan jauh dan pengertian.
b. Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan.
c. Kadang-kadang latihan yang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal monoton, mudah membosankan.
3.1.4. Metode ceramah
Metode ceramah adalah metode yang boleh dikatakan metode tradisional, metode ini telah digunakan sejak dulu sebagai alat lisan komunikasi antara guru dan anak didik dalam proses belajar mengajar.
Beberapa kelebihan metode ceramah antara lain:
a. Guru mudah menguasai kelas.
b. Mudah mengorganisasikan tempat duduk/kelas
c. Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar.
Sedangkan kekurangan metode ceramah antara lain:
a. Mudah menjadi verbalisme (pengertian kata-kata)
b. Bila selalu digunakan dan terlalu lama, membosankan.
Guru menyimpulkan bahwa siswa mengerti dan tertarik pada ceramahnya, ini sukar sekali.

3.2. Faktor-faktor yang Dipertimbangkan dalam Pemilihan Metode Mengajar.
Metode mengajar merupakan syarat mutlak yang harus disertakan dalam proses belajar mengajar, karena metode mengajar merupakan cara atau proses mencapai tujuan pengajaran yaitu tujuan yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa dalam kegiatan belajar.
Setiap guru yang akan menyajikan materi pelajaran kepada anak didiknya, perlu memahami arti, peranan serta penggunaan metode mengajar, karena metode yang digunakan itu akan berpengaruh sekali terhadap berhasil tidaknya suatu tujuan yang akan dicapai tergantung pada penggunaan metode yang tepat.
Dari uraian di atas dikemukakan bahwa setiap metode memiliki karakteristik tersendiri, oleh karena itu perlu dipilih suatu atau beberapa metode yang sesuai. Jadi dalam pemilihan tersebut bukanlah salah satu metode yang digunakan secara permanen, tetapi bervariasi den metode yg tepat sehingga tercapai proses belajar mengajar yang efektif.
Faktor-faktor yang secara umum dijadikan dasar untuk memilih metode mengajar yang tepat bagi suatu proses belajar mengajar menurut E. kusmana (1985 :164-165) adalah:
1. Tujuan yang ingin dicapai.
2. Faktor siswa
3. Faktor guru.
4. Faktor dana dan fasilitas yang tersedia.
5. Faktor sifat dan materi yang hendak disajikan.
6. Faktor waktu yang tersedia bagi pelaksanaan proses belajar mengajar.

Mengenai faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan metode mengajar adalah sebagai berikut:
1. Tujuan yang ingin dicapai.
Yang dimaksud dengan tujuan yang ingin dicapai ialah tujuan pengajaran. Tujuan pengajaran merupakan rumusan yang menggambarkan tentang perubhan tingkah laku apa yang akan diperoleh, siswa sebagai akibat dan pengajaran.
Dalam sistem pengajaran, tujuan harus dapat memberikan gambaran yang jelas tentang bentuk tingkah laku yang diharapkan dapat dimiliki siswa, karena itu tujuan harus merupakan suatu rumusan yang bersifat sempit dan spesifik. Dalam menentukan tijuan yang spesifik,harus diperhatikan tiga unsur yaitu meliputi aspek kognitif, afektif dan aspek psikomotor.
Tujuan yang jelas dan spesifik akan memberikan pegangan dan petunjuk tentang metode mengajar. Hal ini sesuai dengan fungsi metode itu sendiri yaitu cara untuk mencapai tujuan. Dengan demikian jelaslah bahwa dalam pemilihan metode mengajar yang tepat untuk mencapai tujuan haruslah memperhatikan tujuan yang telah ditetapkan.
2. faktor siswa
Siswa sebagai subjk ajar yang sangat penting dalam proses belajar mengajar, setiap siswa mempunyai keragaman masing-masing. Hal ini yang harus
diperhatikan dalam faktor siswa diantaranya usia, latar belakang, potensi-potensinya, kemampuan dan motivasi. Hal tersebut perlu dipertimbangkan dalam pemilihan metode mengajar. Disamping itu jumlah siswa yang mengikuti proses belajar mengajar juga sangat besar pengaruhnya terhadap pemilihan metode mengajar.
3. Faktor guru
Dalam proses belajar mengajar, guru mempunyai tugas mendorong, membimbing, dan memberi fasilitas belajar bagi siswa untuk mencapai keberhasilan pengajaran.
Salah satu faktor untuk mencapai keberhasilan dalam proses belajar mengajar, guru hams dapat menerapkan suatu cara untuk tercapainya tujuan tersebut. Guru di tuntut untuk dapat menggunakan berbagai metode, baik secara tunggal maupun bervariasi, dengan berpedoman dengan tujuan yang akan dicapainya.
Setiap metode mengajar mempunyai kebaikan dan kelemahannya. Suatu metode yang baik bagi seorang guru, belum tentu baik untuk guru yang lain di dalam menyampaikan suatu materi pelajaran. Untuk menghasilkai metode yang efektif maka seong guru harus dapat memahami dan mengerti kebaikan dan kelemahan dan masing-masing tersebut.
Berdasarkan kemampuan guru dalam menggunakan dan memilih metode mengajar, maka hal ini dapat menunjang tercapainnya proses belajar mengajar yang efektif.
4. Faktor sifat materi yang akan diasampaikan
Isi proses belajar mengajar akan tercermin dalam bahan yang dipelajari oleh siswa. Hal ini akan berpengaruh terhadap metode mengajar yang akan dipilih, karena dengan mengetahui sifat materi pelajaran terlebih dahulu.
Menurut E Kusmana (1979:86) karakteristik bahan pelajaran dapat dikelompokan sebagai berikut:
“Materi pelajaran dapat dikelompokkan atas mata pelajaran Vokasional yaitu mata pelajaran yang membina kecakapan tertentu yang menjabat suatu jabatan dan mata pelajarannya yang bersifat non vokasional atau mata pelajaran yang membina pengetahuan umum”.

Dengan demikian jelaslah bahwa dalam memilih metode mengajar itu, haruslah melihat karakteristik dan bahan mata pelajaran tersebut. Karena metode yang digunakan untuk menyampaikan bahan pelajaran yang bersifat vokasinal akan berbeda dengn metode yang digunakan untuk pelajaran yang bersifat non vokasional.
5. Faktor dana dan fasilitas yang tersedia
Dalam menggunakan metode mengajar tertentu, seringkali masalah dana dan fasilitas merupakan masalah yang menjadi penentu penggunaannya. Tidak jarang karena dana tidak tersedia, sesuatu metode yang yang dianggap baik untuk menyajikan suatu materi tidak dapat digunakan. Yang termasuk ke dalam faktor ini antara lain: alat peraga, alat-alat praktek, buku-buku, perpustakaan serta biaya.

6. Faktor waktu yang tersedia bagi pelaksanaan proses belajar mengajar
Salah satu hambatan yang sering dialami dalam mengajar adalah faktor waktu, karena sering kali seorang guru tidak dapat mengendalikan waktu, sehingga terjadi bahan pelajaran sudah selesai, tetapi waktu masih panjang. Atau sebaliknya, waktu sudah habis tetapi bahan belum tuntas. Hal ini membawa pengaruh terhadap proses belajar mengajar.
Oleh karena itu dalam pemilihan metode belajar mengajar, faktor waktu harus diperhatikan. Agar faktor waktu dapat diatur dengan sebaik-baiknya, diperlukan pengendalian waktu yaitu dengan menyusun jadwal dan alokasi waktu. Dalam pengajaran, alokasi waktu berpedoman dengan tujuan. Berapa banyak tujuan yang akan dicapai, serta berapa lama suatu materi dapat dipelajari siswa, seoarang guru dat membuat perincian waktu yang telah ditetapkan didalam kurikulum, sehingga proses belajar mengajar dapat sesuai dengan waktu yang di rencanakan.
3.3. Mengukur Efektivitas Belajar Mengajar
Mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran. Cara mengukur efektif tidaknya belajar mengajar adalah dengan mengadakan tes, baik itu tes tulis maupun lisan. Tes lisan dilakukan pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Ditinjau dari segi kegunaan untuk mengukur kemampuan siswa, maka dibedakan atas 3 macam test yaitu:
1. Tes Diagnostik
Adalah tes yang digunakan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan siswa sehingga berdasarkan kelemahan-kelemahan tersebut dapat dilakukan pemberian perlakuan yang tepat.
2. Tes Formatif
Digunakan untuk mengetahui apakah siswa sudah menguasai bahan program secara menyeluruh. Tes ini diberikan pada akhir setiap program.
3. Tes Sumatif
Tes yang dilakukan setiap akhir semester yang berguna untuk menentukan nilai akhir dan kegiatan belajar mengajar.

3.4. Teknik Pemiihan Metode Mengajar
faktor-faktor yang di uraiakan diatas dapat membantu dalam memlih dan menetapkan metode mengajar yang paling tepat yang akan digunakan, sehingga keberhasilan proses belajar mengajar akan terwujud.
Metode-metode yang terdapat dalam kurikulum, bukanlah suatu yang baku yang harus dilaksanakan. Oleh karena itu, disaniping melaksanakan metode-metode yang terdapat dalam kurikulum dapat dipergunakan pula metode-metode lain yang mendukung metode-metode tersebut. Guru dituntut untuk memilih dan menggunakan suatu atau beberapa metode yang dipergunakannya dalam menyajikan materi pelajaian.

Adapun alasan penulis memilih metode secara bervariasi antara lain:
a. Di lihat dan karakteristiknya, bahwa setiap metode itu mempunyai kelebihan dan kelemahannya. Untuk menekan kelemahan-kelemahannya maka sebaiknya metode itu dipadukan.
b. Dilihat dari materi yang akan disajikan, ada yang cocok dengan menggunakan metode ceramah, metode latihan dan lainnya. Atau bisa dipadukan antara satu metode dengan metode lainnya.
c. Untuk menghilangkan kebosanan atau kejenuhan dalam diri siswa.
d. Untuk menumbuhkan minat belajar siswa.
Dalam pelaksanaannya metode-metode tersebut sudah direncanakan dalam satuan pelajanan yang merupakan rencana pengajaran yang akan dilaksanakan.

BAB IV
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

1.1. Kesimpulan
1. Metode mengajar mempunyai fungsi yang penting di dalam mencapai tujuan pengajaran, karena tanpa metode yang efektif tujuan pengajaran tidak akan berhasil dengan balk.
2. Dalam pemilihan metode mengajar perlu mempertimbangkan beberapa faktor antara lain faktor tujuan yang ingin dicapai, faktor siswa, faktor guru, faktor materi dan faktor dana dan fasilitas.
3. Setiap metode mengajar mempunyai karakteristik tersendiri yaitu berupa kelebihan dan kekurangan. Untuk menutupi kekurangan suatu metode maka metode tersebut harus digunakan secara terpadu dengan metode lainnya. Dengan demikian dalam kegiatan belajar mengajar akan terdapat bebarapa metode yang digunakan secara padu.
4. Pemilihan metode mengajar didasarkan atas kemampuan seorang Guru dalam menggunakan metode mengajar den sesuai dengan bahan yang diajarkan.

1.2. Rekomendasi
Mengingat semua mata pelajaran lebih menekankan aspek psikomotorik, maka guru dituntut untuk menyediakan waktunya untuk memeriksa tugas dan latihan yang diberikannya. Hal ini untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang di berikannya.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi,Abu. H.Drsdan Prasetya,Tri,Joko.Drs,2005, Strategi Belajar Mengajar. Bandung:Pusaka setia.

Au, Mohamad,Drs., Guru Dalm Proses Belajar Mengajar, Sinar Baru, Bandung, 1983.

Djamarah Bahri Syaiful.,Drs dan Zain Usman.,Drs. Strategi Belajar Mengajar, Banjarmasin,Rineka Cipta l995.

Hamalik,Oemar. Dr. Prof,2001, Proses Belajar Mengajar. Bandung:Balai Pustaka
Nasution,S.Prof.Dr., Proses Belajar Mergajar,Asas strategi Metode, Jurusan Pendidikan Dunia Usaha. FPIPS IKIP Bandung,1985.

Usman Uzer. Moh. Drs, 1995, Menjadi Guru Proposional. Bandung Remaja RosdaKarya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: